Menujumu

November 24, 2008

:benz

kuingat
ujung pundakmu yang selamanya adalah enigma
tak bisa kutera makna setiap tatap yang kau semat di sela dada;
meski ternyata itu luka.
sungguh, rebahku di sana bukan untuk sepetang saja

tapi kau tahu, angin bertalu-talu: memanggilku
di sebalik lembah, sebuah rahasia
biarlah aku dibawanya ke seluruh ujung dunia
aku ingin memahami setiap langkah menujumu

menujumu.

kutarik garis lurus dari dahimu yang dilebati hijau rumput tinggi dan langit ungu seujung petang yang purna. seperti kamu. sungguh seperti jiwamu: menari senantiasa seirama kartika di atas kita. sementara aku bersembunyi di tengkukmu. mengakrabi bimbang.

kulewati anak sungai matamu yang liar gemericiknya. menarik-narik jarikku agar tenggelamlah aku di dalamnya, di heningnya. kutarik garis melewati gerimis suara semak di telapakku. mungkin langkah kaki telanjang tak sampai ke bibirmu. tapi biarlah.

garisku mencapai pipimu. tempat telaga. tempat dahaga.

kukecup.