Menujumu

November 24, 2008

:benz

kuingat
ujung pundakmu yang selamanya adalah enigma
tak bisa kutera makna setiap tatap yang kau semat di sela dada;
meski ternyata itu luka.
sungguh, rebahku di sana bukan untuk sepetang saja

tapi kau tahu, angin bertalu-talu: memanggilku
di sebalik lembah, sebuah rahasia
biarlah aku dibawanya ke seluruh ujung dunia
aku ingin memahami setiap langkah menujumu

menujumu.

5 Tanggapan ke “Menujumu”

  1. Wisnu Murti berkata

    salam kenal..ni mungkin kunjungan pertamaku ke blog puisi dan sajak ini…saya suka membacanya…saya tunggu kunjungan baliknya…gimana kalo kita tukar link?

  2. wisnu berkata

    terima kasih…..udah ngelink blog saya,blog anda juga udah saya link,mudah-mudahan kita bisa menjadi teman yang hangat dan bisa saling berbagi informasi…sekali lagi terima kasih.

  3. bungabambu berkata

    kerinduan, cinta…
    selalu disertai tanya dan misteri.
    toh kita pun terus berjalan bersamanya,ke arah tujuan.
    ya: menujumu.
    apik,ghe!

  4. suka bermain kata???
    mari diskusi kata….

    kunjungi;pujanggapelangimalam.blogspot.com
    salam kenal,,

Tinggalkan Balasan