hujan abu
November 5, 2010
saat pagi itu kau buka pintu
hujan abu deras di telapakku
angin telah menebar kisah
begitu jauh. kata-kata tinular
nyala di dadanya. ingin keluar
mencari laki-laki, istri-istri,
anak-anak perempuan yang
merindu suarga.
ke segara! ke segara! kataku
waktu itu. Tapi jalanan memucat
banjir tertera di wajah-wajah lelah
airmata sudah jadi sungai
mengering di sisi-sisi. pantai,
katamu, akan selalu menunggu.
hari ini kita akan berlari.
Dari nyala-nyala api.