Di Tepi

:kinu

di tepi kita berdiri didekap cuaca yang rembang
terjatuh dalam pusaran saat telapakmu mampir di pundakku
selalu ada enggan, selalu ada rikuh yang tumbuh dari matamu
menggelayut di ujung lidah yang begitu sunyi

seakan tahun-tahun yang telah usai hanya hitungan angka tanpa pernah kau jengkal berapa lebar jarak kuarung untuk sampai ke bibirmu.

biarkan. biarkan aku menciummu sekali saja.

sebelum tahun ini senja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s