Spasi

perempuan berperut kupu-kupu mendaki karang dan batu. demi menuju ke tempat itu. yang langitnya penuh bunyi-bunyi dan lautnya manikam bertabur kunang-kunang. tempat laki-laki yang dari kakinya tumbuh akar.

laki-laki yang tak terbaca menyebrangi pulau-pulau berhujan. lalu menamai mereka seperti anak-anak waktu yang dititipkan dalam hidupnya. hidup, katanya, terlalu singkat untuk mencari. perempuan berperut kupu-kupu yang mana lagi.

hidup, katanya, terlalu tak punya makna, terlalu tak punya suara. matahari tak tumbuh lagi dari tanah.

lalu dari kakinya tumbuh akar. yang selalu tercerabut. tercerabut lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s