Ruang Itu

apa kamu terpikir untuk lari saja?
bersembunyi seperti aku bersembunyi darimu. darimu.
seperti halnya kamu aku pun tak ingin ada di sini. ruang ini membuat kita tersedak. kau menua, terseok oleh mimpi yang katamu mahataksa. yang kau bantah tak nyata. aku memudar. tergerus kengerian.

lalu. mungkin ini sudah waktu. sudah penghabisan.
ruang itu pun sudah bisu. meski suara kau gema-gemakan. meski waktu kuputar-putarkan. lalu mungkin. sudah saatnya kau, lalu aku, memilah antara ranjang berdenyit, ubin dingin, foto berdebu dan kenop pintu.

sebelum kita benar-benar lupa jalan keluar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s