Di Sini

“di sini kita bisa bertemu.”
katamu suatu waktu menunjukkan kamar beranjang satu.
dindingnya merekam kalimat-kalimatmu yang seperti mantra. langit-langitnya ingin menggapai kita yang terlupa. lampunya neon mendetakkan waktu satu-satu. satu-satu memburu kau dan aku. tapi kadang kita menulikan telinga dan menanggalkan semua. lalu bercinta di atas ranjang yang menyimpan padang lalang; yang di tengahnya mengalir anak sungai; yang langitnya serba rahasia. ranjang mungkin berderit-derit ingin mengabarkan sakit. yang juga ditangkap oleh dinding dan langit-langit. Ah. seandainya kita sudahi sebelum hasrat menyergap, berubah gejala.

tapi katamu, “di sini kita bisa bertemu.”
di kamar itu yang beranjang satu. yang tak hentinya mengalirkan kata. yang berubah renjana.

Iklan

2 thoughts on “Di Sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s