Menjelang Tidur

kau adalah cadar bagi kamar ini. kau yang menyembunyikan lemari usang yang duduk sunyi di pojokan. aku bisa dengar tangisnya tapi tak dapat kulihat tubuhnya yang kayu, bergetar sendirian. kau juga yang menghalangi pandangku dari lukisan yang bercakap sendiri. kau pernah bilang lukisan itu menaruh cemburu pada kasur. kasur memang mulai menipis tapi dia juga semakin bijak. kaki-kaki telanjang kita pernah didengarkannya dengan khidmat. kini dia bisa bercerita apa arti kesepian yang menjalari punggungku saat kita menderu berdua.

dia bercerita pada lukisan jalan setapak menikung yang tergantung di dinding, yang bercakap sendiri. sudah terlalu lama kita tak lagi bisa mendengarnya.

Iklan

One thought on “Menjelang Tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s