hujan abu

saat pagi itu kau buka pintu
hujan abu deras di telapakku
angin telah menebar kisah
begitu jauh. kata-kata tinular
nyala di dadanya. ingin keluar
mencari laki-laki, istri-istri,
anak-anak perempuan yang
merindu suarga.

ke segara! ke segara! kataku
waktu itu. Tapi jalanan memucat
banjir tertera di wajah-wajah lelah
airmata sudah jadi sungai
mengering di sisi-sisi. pantai,
katamu, akan selalu menunggu.
hari ini kita akan berlari.
Dari nyala-nyala api.

Iklan

One thought on “hujan abu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s