sungai

sore itu kulihat sungai bermula dari buku-buku jarimu. hujan doa dari mataku telah menjadi airnya, membuncah-buncah ketika ia pergi mengaliri lenganmu. angin mendaraskan litani yang bersahut-sahut di sepanjang kulitmu:
Hosanna! Hosanna! Hosanna in the highest!” seiring pusaran mendaki pundakmu .

dan bermuara ia di bibirmu yang adalah lautan luasnya tak terperi. tak terbaca meski sudahlah tenggelam aku di dalamnya.

di sungai aku jadi penari. menarikan hasrat tercekat di langit-langit. meniru-niru gerakmu yang liku menelikung.

Iklan

One thought on “sungai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s