Nayee

Gurun tanpa suara, dan udara merah darah
terik di wajah. Angin tak bergerak di Navajo.
Cemara serupa kuil. Begitu suci. Begitu sunyi.

Aku mencari Ibu. Di antara bukit pasir
Di batang-batang persik. Aku mencari rahim
yang darinya pernah lahir bayi-bayi – yang
menggenggam hozho di telapak dan dada mereka

Tahukah, Ibu? Ni’Hodixos telah dipenuhi nayee
Besar dan gelap dan lapar, dan kami harus lari
dari mereka. Airmata anak-anak kami di gendongan
begitu berat. Para monster mengejar dan kami

tak bisa sembunyi!

Berkali-kali kupanggil Si Kembar,
Na’Idigishi! Nayee Neizghani!
Datanglah dan usir mimpi buruk kami!
Tapi suaraku terlalu lemah, terbawa angin pergi

Wanita Yang Berubah, mungkin dia sudah lelah
Di rumah kami, musim sudah tak pernah lagi
berganti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s