Pagi

Apakah pagi datang ke jendelamu membawa pencarian akan wajah-wajah yang suatu waktu pernah kau kenal; dulu sekali – sebelum hidupmu yang sekarang ini dihempaskan tiba-tiba ke wajahmu. Sementara tubuhmu, lihatlah tanganmu yang ringkih tergelagap ingin merengkuhnya dan mengatakan pada dirimu sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Kata-kata yang melakukannya padamu. Perbuatan keji yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mencari pembalasan. Yang dia inginkan adalah kau tenggelam dalam ketanpaan: “mari kita lihat saat nafasmu mulai habis dan paru-parumu dipenuhi oleh kesia-siaan!”

Tentu bukan itu yang benar-benar diucapkannya; sebuah pesan disinari matahari sore di dinding kamarmu – Selamat tinggal.

Bertahun setelahnya kau masih menggapai-gapai wajah nasib buruk itu, mengelusnya; memanggilnya kawan. Dia tak peduli. Yang menepuk-nepuk bahumu tak lain adalah dirimu sendiri.

Besok, pagi yang lain akan datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s